Yang mempengaruhi naik turunya harga saham antara lain :
Aksi Korporasi Perusahaan seperti : Dividen, Stock Split, Reverse Stock, Right Issue.
- Dividen, dalam hal ini Dividen bisa berupa Deviden Tunai (deviden yang diberikan dalam bentuk uang tunai kepada para pemegang saham) dan Deviden Saham (deviden yang diberikan dalam bentuk saham perusahaan kepada para pemegang saham). Pengaruhnya pada harga saham ialah bahwa harga saham akan merangkak naik karena adanya gelombang spekulasi yang masuk untuk tujuan mendapatkan keuntungan dari pembagian deviden tersebut atau dari kenaikan harga saham itu sendiri sebelum tanggal cum dividen. Disini perlu di ingat bahwa kenaikan harga tersebut biasanya akan segera turun setelah tanggal ex dividen.
- Stock Split, pemecahan nilai nominal saham sesuai dengan rasio pemecahan yang di tentukan. berdasarkan pengamalam Stock Split ini bisa berdampak kenaikan harga atau penurunan harga saham tersebut sesuai dengan kondisi fundamental perusahaan yang bersangkutan. Perusahaan baik lalu melakukan stock split mungkin itu sinyal bagus untuk melakukan investasi sedangakn perusahaan berfundamental buruk melakukan stock split tetaplah buruk terhadap dampak harga sahamnya. namun biasanya sebelum menjelang stock split pada hari hari atau minggu minggu sebelumnya bahakan terkadang dalam bulan bulan sebelumnya harga saham akan di kerek naik agar nanti pada saat terjadi stock split harganya tidak terlalu kecil.
- Reverse Stock, penggabungan nilai nominal saham sesuai dengan rasio pemecahan yang di tentukan. hal ini hampir sama dengan stock split hanya saja reverse stock itu berarti penggabungan saham misalnya reserve stock (2 : 1 itu artinya 2 lembar saham lama akan menjadi 1 lembar saham dengan nominal baru), contoh : dimana yang awalnya Rp. 500 perlembar dengan jumlah saham beredar lembar 10.000 lembar, maka harga tersebut akan manjadi Rp.1000 perlembar dan jumlah saham beredarnya menjadi 5000 lembar, reverse stock cenderung dilakukan oleh perusahaan perusahaan yang kurang bagus, biasanya dengan tujuan agar nilai harga sahamnya terlihat berharga di market karena harganya yang mahal alias tidak murah, dalam hal stock split dan reverse stock yang perlu di tekanakan adalah melihat kondisi fundamental perusahaan tersebut dalam keadaan sehat atau tidak sehat. disitu bisa dilihat tujuan dari stock split maupun reverse stock memang sesuai tujuan perusahaan atau ada tujuan lain dibalik itu (manipulasi).
- Right Issue, penerbitan saham baru oleh perusahaan, right issue ada beberapa hal yang perlu di cermati, dari tujuan penerbitan saham baru tersebut bertujuan untuk apa ? right issue bisa saja hasil dari kinerja perusahaan yang baik dan ada minat investor lain ingin memiliki saham perusahaan langsung melalui perusahaan, atau bisa juga sebagai ganti pembayaran hutang yang tak terbayarkan (konversi hutang melalui penerbitan saham baru alias hutang dibayar dengan lembar saham baru yang diterbitkan perusahaan bersangkutan) dan hal ini biasanya dilakukan oleh perusahaan perusahaan yang kurang bagus kinerjannya.
Perilaku Investor optimisme dan pesimisme terhadap suatu saham perusahaan, baik itu dilihat dari segi valuasi atau kinerja perusahaannya. Disini saya lebih banyak menitik beratkan pada pisikologi investor dimana investor merespon setiap berita maupun kejadian yang terjadi pada perusahaan atau pada suatu negara baik itu dari segi keamanan, ekonomi, politik, kebijakan dan perkembangan harga komoditas (saran saya jadikanlah diri anda kaya kan berita dengan rajin membaca terutama membaca setiap berita atau laporan dari saham perusahaan yang anda pegang). Sedangkan dari nilai valuasi suatu perusahaan disini yang perlu dilihat adalah murah atau tidaknya harga saham suatu perusahaan, dan ingat murah atau mahalnya suatu harga saham perusahaan kita harus bisa melihat perusahaan tersebut secara fundamental murah berkualitas atau murah tapi murahan, dan sebaliknya mahal tapi berkinerja bagus dan konsisten atau mahal tapi murahan. Pada intinya valuasi sebuah harga saham haruslah melihat pula kinerja perusahaan tersebut baik secara keuangan maupun secara kesehatan kinerja perusahaan itu sendiri.

0 Komentar