Berikut Penjelasan Beberapa faktor yang mempengaruhi naik turunya harga saham Perusahaan : 

Laporan Kinerja Keuangan Perusahaan yang mana hasilnya adalah kinerja perusahaan bertambah baik atau bertambah buruk, atau mengalami penurunan. 


Minimal yang perlu di perhatikan dalam memeriksa Laporan Kinerja Keuangan yaitu :  
  1. Penjualan, sangat lah penting untuk melihat perusahaan tersebut berkinerja baik atau tidak yaitu dari penjulan suatu produk atau jasa perusahaan, perusahaan yang baik ialah senantiasa penjualannya selalu meningkat dari waktu ke waktu, namun apa bila penjulan produk perusahaan mulai menurun dari tahun ketahun ataupun tiap kuratalnya itu adalah indikasi awal dari kinerja perusahaan yang mulai menurun, coba bayangkan bagaimana perusahaan akan menambah laba dan menutupi liabilitasnya jika perusahaan penjualannya menurun.
  2. Laba Usaha, yang perlu di lihat dari laba usaha ialah laba tersebut senantiasa bertambah atau berkurang dari tahun ketahun ataupun dari tiap kuartal ke kuartal berikutnya, dalam hal laba usaha konsitensi pencapaian adalah penting, karena konsistensi merupakan sebuah ciri perusahaan dapat memepertahankan kinerja keuangannya dari tahun ketahun, dan akan lebih baik lagi apabila konsistensi laba tersebut senantiasa bertambah, perusahaan dengan laba yang tidak konsistan katakanlah pada tahun tahun tertentu tiba tiba labanya melesat dan tahun tahun tertentu labanya turun, kinerja keuangan yang seperti ini tidak dapat di jadikan acuan sebagai konsistensi kinerja perusahaan yang baik, tetepi lebih kepada investasi yang spekulatif dimana pergerakan harga sahamnya tidak bisa diharapkan dalam jangka panjang karena sesuatu penurunan kinerja bisa saja terjadi tanpa kita ketahui kapan terjadinya. berbeda dengan perusahaan yang kinerja keuangannya konsisten itu sangatlah mudah untuk melihat pergerakan kenaikan harga sahamnya dari waktu ke waktu.
  3. Jumlah Asset, secara sederhana pada kolom asset ini dibagi menjadi dua yaitu aset lancar  dan aset tidak lancar. Asset lancar diutamakan lebih besar porsinya daripada aset tidak lancar, karena dengan begitu perusahaan tidak akan kesulitan dalam melakukan penjualan aset asetnya jika perusahaan ingin melakukan pembaruan asset. Asset tidak lancar yang lebih banyak merupakan suatu yang membuat perusahaan memerlukan waktu lebih lama dalam melakukan pembaruan asset demi melancarkan kinerjanya dan itu juga bisa merupakan perlambatan kinerja perusahaan jika porsi asset tidak lancarnya lebih banyak di banding asset lancarnya, namun perlambatan ini tidak akan berdampak secara langsung terhadap perusahaan, simpelnya adalah porsi aset lancar  harus lebih banyak daripada asset tidak lancar, dan jumlah asset keseluruhan perusahaan haruslah senantiasa bertambah bukan berkurang.
  4. Jumlah Liabilitas / Kewajiban, baik itu berupa liabilitas perusahaan dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang. liabilitas merupakan suatu beban bagi perusahaan yang mana hal tersebut menjadi tanggungan wajib bagi perusahaan untuk membereskannya, liabilitas yang ideal adalah libilitas yang berada pada kisaran 0.5 sampai dengan 1 kali nilai asset perusahaan. mengapa demikian ? ya karena jika perusahaan memeiliki hutang lebih besar dari pada nilai asetnya berkali kali itu berarti perusahaan menanggung beban yang lebih besar dan itu akan membuat perusahaan kesulitan untuk berkembang secara pesat. Ada batasan dimana nilai libilitas perusahaan itu antara 1 sampai dengan 3 kali nilai asetnya namun dalam hal ini saya lebih menitik beratkan pada kisaran 0.5 sampai dengan 1.5 kali nilai assetnya.




Laporan Kinerja Perusahaan dalam hal ekpansi bisnis ataupun penambahan lini pabrik produksi serta penambahan dan pengurangan cabang baru perusahaan perusahaan.
Yang harus diperhatikan dalam hal ini adalah :
  1. Ekspansi Bisnis Perusahaan, yaitu perluasan usaha perusahaan yang bertujuan untuk peningkatan ekonomi dan pertumbuhan dunia usaha bagi perusahaan. Ekspansi dapat dibagi menjadi beberapa hal, diantaranya Merger (Penggabungan dua perusahaan atau lebih menjadi satu perusahaan), Akuisisi (Pembelian suatu perusahaan oleh perusahan lain yang bertujuan untuk meningkatkan fasilitas kinerja perusahaan). Ekspansi dapat pula berupa perubahan arah kebijakan bisnis perusahaan, misalnya perusahaan yang tadinya beroprasi di bidang properti kini perusahaan berpindah kebijakan oprasi kedalam suatu bisnis media, dalam hal ini ekpansi tersebut bisa saja perusahaan masih tetep menjalankan perusahaan yang lama atau meninggalkan perusahaan yang lama dan berfokus pada ekspansi baru.
  2. Pabrik Produksi, perusahaan yang terus berkembang cenderung untuk selalu menambah pabrik produksinya guna memenuhi permintaan konsumennya dan menjaga persediaan selalu tetap ada, perusahaan yang menutup beberapa lini pabrik produksinya dan tidak menambah pabrik baru sebagai penggantinya hal tersebut bisa merupakan awal dari kemunduruan kinerja perusahaan. bagaimana mungkin perusahaan yang menutup pabrik produksinya tanpa mengganti dengan pabrik produksi yang baru dapat memenuhi permintaan ? mungkin malah sebaliknya perusahaan kekurangan persediaan yang mana hal tersebut berdampak pada penjualan yang menurun dan pada akhirnya kinerja keuangan perusahaan akan ikut terbawa turun.
  3. Cabang Perusahaan atau Anak Perusahaan, perusahaan yang memiliki banyak cabanga tau anak perusahaan akan berdampak baik bagi induk perusahaan selama anak perusahaan tersebut menghasilkan profit yang bisa di peroleh, tetapi anak perusahaan yang banyak dan tidak terurus atau bahkan tidak menghasilkan laba bagi perusahaan induk itu hanya lah menjadi sebuah beban yang tidak memberikan keuntungan apapun bagi perkembagan induk perusahaan, yang ada hanyalah menggerus keuangan induk perusahaan guna menyokong anak perusahaan yang kinerjanya buruk atau selalu turun, sederhananya setiap anak perusahaan haruslah berkinerja baik juga karena hal ini maka perusahaan akan menjadi semakin maju  untuk tahun tahun kedepannya kerena dukungan dari anak prusahaan yang profitabel.